Abad 21 dipenuhi oleh teknologi baru yang berkembang dalam ranah inovasi, sebagian lain berusaha menciptakan sesuatu yang baru, sebagian lagi mengembangkannya.
Mungkin tenaga matahari sebagai pembangkit listrik bukan lagi hal yang baru. Meski keberadaannya masih tergolong langka di Indonesia, tetapi sedikit demi sedikit mulai bermunculan inovasi yang menarik terkait dengan teknologi ramah lingkungan ini.
Salah satunya adalah Electree, penghasil energi listrik berukuran mini yang memiliki bentuk fisik seperti pohon bonsai.
Puluhan Daun Sel Surya
Terinspirasi dari pohon bonsai yang karakteristik daunnya nampak berkelompok, maka Electree mewakili bentuk tersebut dengan daun-daun sel surya yang bisa menyerap panas matahari.
Terdapat 27 buah daun sel surya dengan bahan amorphous-silicon berkualitas tinggi. Masing-masing berbentuk persegi dengan lebar 3,7 inci atau sekitar 10 cm. Cabang-cabangnya memuncak secara vertikal dengan sedikit lengkungan khas pohon bonsai.
Bisa Untuk Mengisi Baterai Smartphone
Electree memiliki kapasitas penyimpanan energi hingga 14.000 mAh. Itu artinya bisa mengisi penuh baterai iPhone 5 lebih dari sembilan kali tanpa harus terpapar cahaya.
Terdapat 2 buah port USB yang sudah barang tentu menjadi slot yang universal bagi semua smartphone. Tak hanya itu, Electree juga dilengkapi dengan wireless chargingyang bisa digunakan untuk beberapa jenis smartphone canggih.
Spesifikasi Electree
Kapasitas baterai
14.000 mAh
Waktu pengisian baterai
36 jam terpapar matahari
Jumlah daun sel surya
27 buah, masing-masing 3.7"
Output energi
USB charging dan wireless charging
Fitur lain
Lampu LED
Dimensi
Tinggi 40 cm
Menurut Engadget, harga sati set Electree dibandrol sekitar $370 USD atau Rp. 5 juta. Harga tersebut masih masuk akal mengingat saat ini biaya panel surya relatif tinggi.
Meskipun keren, sepertinya teknologi ini masih belum mampu menggeser Power Bank sebagai media pengisian baterai portable. Ya, kita lihat saja nanti.