Smartphone yang beredar saat ini berlomba-lomba mengusung layar datar dengan dimensi yang lumayan luas. Selaras dengan sensitivitas dan ketahanan terhadap goresan jari.
Tetapi bagaimana jika layar tersebut hadir dalam fisik layar yang bisa dibengkokan? ReFlex berhasil menjawab pertanyaan tersebut melalui pembuktiannya.
Queens University Human Media Lab selaku pengembang telah merilis versi prototipe dari smartphone layar fleksibel bernama ReFlex. ReFlex menggabungkan layar FOELD seluas 6 inci beresolusi 720p.
Dalam video yang mereka rilis, ReFlex memiliki kemampuan multitouch sehingga untuk menggunakannya memerlukan kedua tangan.
Terlihat juga permainan Angry Birds dapat dimainkan dengan lancar menggunakan metode yang sedikit berbeda, yakni pemain harus menekuk layar.
Hukum fisika juga berlaku disini. Contohnya ketika membuka e-book, semakin dibengkokan maka semakin cepat halaman berganti. Sensasi yang sama ketika kamu membaca buku fisik.
Smartphone yang didukung sistem operasi Android KitKat 4.4 ini diperkenalkan sebagai model baru cara manusia berinteraksi dengan perangkat smartphone.
Sampai sekarang, tim masih terus mengembangkan ReFlex agar bisa tersedia untuk kalangan komersial dalam 5 tahun ke depan.