Sehari-hari kita sudah terbiasa masuk ke sebuah layanan dengan syarat alamat email dan password. Meskipun populer, faktanya password seringkali mengjengkelkan.
Masalah seperti lupa password banyak dialami oleh pengguna smartphone Android sehingga mau tak mau mereka harus memverifikasi ulang atau bahkan membuat akun baru.
Lewat ajang Google I/O kemarin, Google memperkenalkan konsep baru yang nantinya bakal menggantikan eksistensi password pada Android. Seperti apa?
Project Abacus yang dikenalkan saat itu punya rencana ambisius untuk menggantikan keberadaan password dari perangkat pengguna.
Dengan Project Abacus, seluruh aktivitas kamu akan direkam oleh sebuah aplikasi yang berjalan di latar. Nantinya ia akan mengumpulkan kumulatif "Trust Score" sebagai tanda pengenal.
Skor ini diambil dari berbagai faktor seperti pola saat kamu mengetik, lokasi, pola suara, pengenalan wajah, dan hal lainnya.
Presentasi Project Abacus pada Google I/O 2015
Project Abacus akan menyimpan skor ini agar bisa mengidentifikasi karakter pengguna, sehingga penggunaan password bisa dikesampingkan.
Namun, Google mengatakan jika aplikasi ini tidak yakin terhadap diri penggunanya, ia akan kembali meminta password.
Pada bulan Juni mendatang, beberapa perusahaan keuangan raksasa akan mulai melakukan pengujian terhadap sistem ini.
Apakah kamu setuju dengan ide Google yang satu ini? Share your opinion! Sumber: Techcrunch
35
36
37
38