Satelit buatan manusia telah banyak membantu dalam bidang komunikasi. Saat ini saja sudah ada ribuan satelit yang mengorbit di luar bumi. Tentu ini membuat bumi menjadi "planet bercincin besi".
Baru-baru ini kabar peluncuran satelit milik BRImenguat. Satelit bernama BRIsat ini telah dikerjakan selama dua tahun oleh Space Systems Loral, sementara roket pengangkutnya dibuat oleh perusahaan Arianespace dari Perancis.
Total investasi proyek ini senilai $250 juta atau Rp 3,3 triliun. Namun harga ini terbilang rasional mengingat BRI selama ini harus membayar Rp 500 miliar per tahun untuk menyewa transponder satelit lain.
Dengan adanya BRIsat, maka perusahaan mampu menghemat sekitar 50 persen anggaran per tahun. BRIsat sendiri diklaim akan mempermudah komunikasi keuangan hingga menjangkau daerah terpencil di Indonesia.
Setelah beberapa kali mengalami penundaan peluncuran akibat cuaca buruk, akhirnya pada 18 Juni 2016, roket yang membawa BRIsat dan EchoStar XVIII mengangkasa. Butuh waktu 12 hari untuk memastikan BRIsat berada pada orbitnya.
BRIsat akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk negara-negara ASEAN, Asia Timur, sebagian Pasifik, dan Australia Barat. Terdapat 45 transponder yang dimiliki BRIsat, sebanyak 4 buah akan dialokasikan untuk kepentingan negara.
Satelit BRIsat sedang dipasang ke roket Ariane 5.
BRIsat diposisikan untuk validasi fit-cek di dalam Spaceport S5B.
Fakta menariknya, BRI menjadi perusahaan pertama yang memiliki satelit sendiri yang mengoperasikan tugas perbankan. Sementara kontrol satelit akan dilakukan oleh bank BRI sendiri.
Rencananya satelit ini akan mulai beroperasi pada Agustus mendatang. BRIsat mampu beroperasi selama 17 tahun.