Sebuah drone bergaya hoverboard memang menjadi pengembangan serius bagi beberapa kalangan. Khususnya mereka yang yakin bahwa kendaraan terbang yang lebih personal akan menjadi titik loncatan dunia transportasi.
Alexandru Duru, pria asal Kanada ini pernah memecahkan rekor dunia dimana ia terbang dengan hoverboard miliknya sejauh 276 meter sebelum akhirnya dibalap Franky Zapata yang mencapai jarak tempuh 2.252 meter.
Pada 4 Juni lalu, Alexandru mencoba mendemonstrasikan Omni hoverboard di khalayak publik di salah satu sudut kota Paris.
Alexandru terbang dengan mudah tanpa hambatan.
Seperti sebelumnya, demi keamanan ia memilih untuk take-off dan terbang di atas perairan. Mengikuti aba-aba dari penonton, Alexandru langsung menerbangkan hoverboard setinggi beberapa meter di atas permukaan air.
Ia mulai kehilangan kendali, terbang rendah, dan akhirnya terjatuh ke air.
Beberapa kali ia bermanuver, berkeliling dari tempat ke tempat lain sambil menjaga hoverboard yang ia bawa tetap stabil. Belum sampai dua menit, Alexandru kehilangan kendali dan membuatnya terjatuh.
Mesin drone mati, terlihat kepulan asap keluar dari air.
Meski demikian, sang pilot tidak mengalami luka atau cidera yang cukup serius. Ia segera bangkit dari air dan menunjukan bahwa dirinya tidak apa-apa.
Salah satu lengan drone patah. Bagian ini yang pertama kali menabrak dasar air.
Namun terlihat salah satu lengan hoverboard patah, bersama dengan baling-baling dan motor listriknya.