Stan Larkin, telah didiagnosa menderita kardiomiopati atau lemah jantung sejak usia remaja. Penyakit ini membuat otot jantungnya tidak bisa lagi berkontraksi secara normal.
Ia mendapat perawatan di Frankel Cadiovascular Center. Tahun 2014, dokter memutuskan agar Larkin tetap berada di rumah sakit untuk menunggu donor jantung.
Kemudian pada Januari 2015, jantung Larkin diangkat dari tubuhnya dan digantikan dengan alat pemompa bernama SynCardia Temporary Total Artificial Heart.
Alat ini berfungsi untuk memberikan tekanan udara agar bisa memompa darah. Untuk itu, Larkin harus menggendong tas seberat 6 kilogram yang menjadi ujung tombak kelangsungan hidupnya.
Dengan demikian, ia tidak harus menunggu di rumah sakit. Ia bisa menunggu di rumah sambil melakukan aktivitas ringan yang tidak terlalu membebani fisiknya. Meski demikian, terlihat Larkin sempat memainkan bola basket sembari menggunakan pompa tersebut.
Melihat ini, tim dokter yang menangani Larkin mengaku terkejut. Ia mengatakan Larkin sedang menjajal seberapa jauh kemampuan alat ini dalam menangani beragam aktivitas.
Akhirnya pada 9 Mei 2016, Larkin menerima donor jantung yang otomatis melepaskannya dari ketergantungan terhadap pompa jantung buatan. Bersamaan dengan ini berarti Larkin telah hidup selama 555 hari tanpa jantung.
Kini Stan Larkin dapat hidup dengan normal, menjalankan aktivitas seperti manusia pada umumnya.