01 02 03 Sefsed: Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu 04 05 15 16 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 31 32 33

Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu

34
Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu

Permintaan barang elektronik dari tahun ke tahun selalu meningkat. Contohnya untuk smartphone, sudah ada milyaran jumlahnya dan itu belum termasuk gadget lain seperti laptop, tablet, smartwatch, dan sebagainya.

Dibuat rapi dengan desain elegan dan mewah, hal ini membuat siapapun mudah tertarik untuk mendapatkan smartphone. Apalagi jika mempunyai performa yang luar biasa.

Kobalt merupakan sejenis logam tambang yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan baterai smartphone, laptop, tablet, dan perangkat mobile lainnya.

Tetapi, pernahkah kamu bertanya, bagaimana pembuatan smartphone ini? Darimana bahan-bahan komponen smartphone berasal?


Anak-anak Kongo dibalik smartphone yang kamu pakai sekarang

Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu
Seorang anak berusia 13 tahun dan ayahnya yang sedang bekerja (credit: amnesty.org)

Setidaknya ada 40.000 anak-anak di Kongo bekerja selama 12 jam sehari untuk menambang kobalt. Mereka masih sangat muda, bahkan ada yang masih berusia 7 tahun.

Menurut organisasi Amnesti Internasional, mereka diperlakukan sangat buruk, gaji yang diterima hanya $1 USD per hari atau jika dikonversikan dalam rupiah menjadi Rp 13 ribuan.

Sekitar 50% kobalt yang digunakan untuk baterai Li-Ion didatangkan dari Afrika. Dengan demikian, ada kemungkinan smartphone yang kamu pakai berasal dari Kongo.


Bekerja dalam tekanan dan resiko kesehatan

Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu
Adanya tentara di tempat pertambangan, mengingatkan kita pada Romusha (credit: emaze.com)

Sederhananya, industri pertambangan di Kongo dikuasai para mafia. Anak-anak dipaksa bekerja demi memenuhi permintaan pembeli. Ironisnya, mereka bekerja sambil diawasi todongan senjata. Layakah mereka diperlakukan demikian?

Bukan hanya itu, mereka tidak menghirup udara segar seperti yang kamu rasakan saat ini. Paparan debu yang mengandung kobalt dapat mengakibatkan penyakit paru-paru logam keras.

Anak-anak Kongo berpotensi besar menderita sensitisasi pernapasan, asma, sesak napas, dan penurunan fungsi paru-paru.


Raksasa teknologi yang digugat serta tanggapannya

Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu
Amnesti Internasional menggugat beberapa nama perusahaan yang diduga lalai (credit: wired.com)

Kobalt dari Kongo dikirim ke China sebelum disalurkan ke perusahaan teknologi. Perusahaan Congo Dongfang International Mining (CDM) adalah anak perusahaan asal China, Zhejiang Huayou Cobalt yang menjadi perusahaan penampung kobalt.

Nama seperti Apple, Samsung, Sony, Microsoft, dan LG digugat oleh Amnesti Internasional karena lalai dalam pemeriksaan asal bahan dalam produk mereka.

Lalu bagaimana tanggapan perusahaan raksasa tersebut?

Apple sedang mengevaluasi jika ada Kobalt dari Huayou atau CDM, mereka mengatakan tidak mentolerir pekerja di bawah umur dalam rantai pasokan produk.

Samsung mengatakan CDM atau Huayou tidak terdaftar sebagai pemasok, dengan demikian tidak ada transaksi bisnis dengan kedua perusahaan tersebut.

Sony masih melakukan pencarian fakta terkait masalah ini, sejauh ini mereka menyebut bahwa produknya tidak menggunakan kobalt yang berasal dari Kongo.

Microsoft punya rantai pasokan yang sangat kompleks, mereka tidak menjamin kepastian bahwa ada sumber Kobalt yang berasal dari daerah Kongo.

LG mengakui bahwa Huayou adalah salah satu pemasok kobalt yang dipakainya. Mereka meminta agar pemasok menggunakan kobalt dari Kongo atau tidak.


Intel sudah berkomitmen


Fakta mencengangkan lainnya, hasil penjualan bahan tambang dari Kongo dipakai oleh mafia untuk melakukan pemberontakan di Kongo bagian timur dan telah menewaskan 5 juta orang sejak 1998.

Miris, selain menyiksa kehidupan anak-anak, pertambangan di Kongo pun menjadi sarana pengumpulan dana untuk membayar kaum milisi pemberontak.

Perusahaan Intel secara tegas berkomitmen untuk memastikan bahwa pasokan bahan produknya tidak berasal dari konflik kepentingan.


Pakai smartphone, apa yang harus dilakukan?

Tangisan dan Jerih Payah Anak-anak Kongo Dibalik Mewahnya Smartphone Kamu
Sebagai pengguna smartphone, apa yang harus dilakukan? (credit: automatorg.com)

Hampir semua orang sudah memiliki smartphone, maka ini akan menjadi dilematis ketika tahu ada puluhan ribu anak-anak dalam cengkraman pekerjaan berat yang tidak selayaknya.

Dengan tidak bergonta-ganti smartphone dan gadget, maka permintaan barang akan lebih rendah dan anak-anak di Kongo tidak harus bekerja ekstra, atau bahkan mereka bisa bebas dari "neraka" ini.

Sementara itu, jika ada petisi terkait penyelesaian masalah ini, kamu bisa ikut menandatanganinya. Memberikan donasi untuk organisasi pun bisa dilakukan. Informasi lebih lanjut Raise Hope for Congo.



Label:

35 36 37 38