Sejak pertama kali Lily drone diperkenalkan membawa kemampuan follow-me, vendor drone raksasa pun tak mau kalah untuk mengadopsi fitur serupa.
Masih hangat di ingatan kita belum lama ini DJI Phantom 4 dirilis dengan penambahan fitur TapFly yang kurang lebih sama seperti follow-me.
Dengan adanya follow-me, drone dapat mengikuti kemana pilot pergi serta mengambil gambar dari sudut yang telah ditentukan.
Sejauh ini mode follow-me dengan tracker masih terus dikembangkan. Tetapi tampaknya drone bernama Staaker ini boleh dibilang selangkah lebih maju dibanding produsen drone dengan kemampuan serupa.
Kemampuan follow-me yang lebih cerdas
credit: mashable.com
Staaker menggunakan sistem tracker yang juga dipakai oleh AirDog dan GhostDrone. Namun yang membuatnya berbeda terletak pada Artificial Intelligence (AI) yang lebih cerdas dan responsif.
Drone dapat mempelajari pergerakan pilot dan memprediksi langkah selanjutnya sehingga dapat diantisipasi lebih jauh. Mode follow-me ini sendiri bebas menentukan sudut pandang.
Sementara untuk kamera telah difasilitasi gimbal 3-axis yang akan merekam dengan halus dan stabil.
Mengakomodasi kecepatan tinggi
credit: techcrunch
Staaker mengambil desain aerodinamis yang bisa dilipat. Hal tersebut secara tak langsung memberikan drone kesempatan untuk melaju dalam kecepatan tinggi.
Drone ini diklaim dapat mencapai 80 kilometer per jam, mengalahkan DJI Phantom 4 dalam mode sport yang berada di kisaran 70 kilometer per jam. Tentunya ini berkat dukungan motor 900 kv.
Tak hanya itu, dengan smart battery 6750 mAh, drone seberat 1,6 kilogram ini mampu terbang selama 30 menit dimana ini termasuk dalam kategori durasi penerbangan yang panjang.
Baik drone maupun tracker, keduanya telah dirancang agar tahan air. Sehingga kamu tetap bisa menerbangkannya dalam kondisi hujan sekalipun.
Terlepas dari sejumlah kelebihan yang dimiliki, Staaker fokus pada pengambilan gambar layaknya profesional dengan mudah.
Staaker dipatok dengan harga mulai $1100 atau Rp 14 jutaan. Tertarik untuk memilikinya?