Jika saat ini drone dikenal sebagai mainan hobi atau perangkat untuk mengambil gambar dari udara, maka dalam beberapa tahun ini drone menjadi medium untuk beragam aktivitas yang berbeda dari tujuannya semula.
Salah satu yang menarik awak media ialah Mine Kafon Drone. Produk inovatif ini merupakan ide dari Massoud Hassani.
Pria asal Afghanistan tersebut telah mengalami kepungan ranjau darat hingga memaksa dirinya untuk pindah 40 kali ke negara-negara berbeda. Hingga akhirnya ia dan keluarganya menetap di Belanda.
Dengan memiliki pengalaman di desain industri, Massaoud bersama teman-temannya mengembangkan alat yang bisa mendeteksi dan menjinakan ranjau, hingga terciptalah Mine Kafon Drone.
Berusaha mereduksi jumlah korban akibat ranjau darat
Alasan utama dibalik hadirnya Mine Kafon Drone disebabkan banyaknya korban akibat menginjak ranjau secara tidak sengaja.
Saat ini tersebar ladang ranjau di lebih dari 60 negara yang berkontribusi menyebabkan korban tewas. Ironisnya, justru yang menjadi korban adalah rakyat sipil yang tidak tahu apa-apa soal adanya ranjau.
Menurut pihaknya, rata-rata ada 10 orang tewas per hari, sebagian lagi mengalami luka. Pendeteksian dan penjinakan dengan drone diharapkan bisa mereduksi korban akibat ranjauh darat.
Penjinakan yang seharusnya 1100 tahun kini bisa dalam 10 tahun
Jika menggunakan teknologi dan metode penjinakan ranjau darat yang ada sekarang ini, maka diperkirakan bumi kita akan bersih dalam waktu 1100 tahun. Sementara dengan menggunakan Mine Kafon Drone diklaim hanya perlu 10 tahun.
Selain lebih aman, teknologi yang dipakai drone memungkinkan penjinakan berjalan 20 kali lebih cepat dibanding metode saat ini.
Di saat yang sama, biaya yang dikeluarkan 200 kali lebih murah.
Dengan baterai hidrogen drone sanggup terbang selama 3 jam
Massoud sadar bahwa kebanyakan drone saat ini punya durasi terbang kurang dari 1 jam. Mengatasi masalah tersebut, ia dan timnya memilih menggunakan baterai hidrogen sehingga drone bisa beroperasi hingga 3 jam.
Mine Kafon Drone menjadi pusat perhatian, terutama bagi lembaga pertahanan yang tertarik untuk menggunakan teknologi ini.
Saat ini drone sedang mengadakan crowdfunding di Kickstarter dengan target €70.000. Masih 25 hari tersisa, namun proyek ini telah mendapat lebih dari €100.000.