RoboBee adalah robot serangga dengan tinggi 2 cm dan rentang sayap 3 cm. Secara keseluruhan, ukurannya tidak jauh berbeda dengan uang koin. Berkat hal tersebut, RoboBee menjadi benda buatan manusia terkecil yang mampu terbang.
Robot ini terbuat dari serat karbon, beratnya kurang dari satu gram. RoboBee dilengkapi "otot" elektronik super cepat yang bisa mengepakan sayapnya hingga 120 kali per detik.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2013 oleh Wyss Institute di Harvard's School Engineering and Applied Sciences (SEAS) bersama Northeastern University, robot serangga ini terus mengalami perkembangan.
Mereka berusaha agar robot semakin hermat energi dan bisa terbang dalam rentang waktu yang lebih panjang. Menurut Moritz Graule selaku tim dalam studi tersebut mengatakan saat ini rata-rata microbots terbang 10 sampai 30 menit sebelum kehabisan energi.
Tim peneliti ingin robot bisa terbang lebih lama dan lebih jauh untuk mendukung beberapa keperluan seperti pemetaan iklim, pemantauan lingkungan, hingga membantu penyerbukan tanaman.
Saat ini RoboBee sedang dikembangkan agar bisa bertengger layaknya serangga sungguhan. Mereka memiliki masalah dimana robot tidak memiliki kaki yang sanggup mencengkram permukaan.
Sebagai solusi, digunakanlah adhesi elektrostatik yang menghasilkan gaya tarik agar bisa mendarat dengan sempurna sebelum melanjutkan penerbangan lagi.
Selanjutnya tim peneliti berusaha agar RoboBee tetap bisa terbang dengan energi mandiri, tidak lagi menggunakan kabel daya.