Perangkat virtual reality seperti Oculus Rift atau HTC Vive mewajibkan untuk terkoneksi dengan PC atau smartphone agar bisa dioperasikan.
pada ajang IFA 2016 di Berlin, Alcatel membawakan kejutan bagi penggemar perangkat VR. Produk terbarunya, Vision adalah headset VR mandiri yang bisa menyajikan konten tanpa perlu PC atau smartphone.
Vision ditenagai baterai 300mAh yang memungkinkan dipakai selama tiga jam lebih. Baterai tersebut diletakan di belakang, sekaligus menjadi penyangga agar headset dapat melekat di kepala dengan sempurna.
Sepasang panel dispay beresolusi 1080p dibentangkan dalam sudut pandang 120 derajat yang artinya objek seperti "real" dilihat mata manusia.
Vision diklaim tetap ringan meski punya lebih banyak komponen
Alcatel Vision membenamkan processor octa-core dengan dukungan RAM 3GB, dan kapasitas penyimpanan internal 32 GB. Headset ini juga menyediakan konektivitas seperti Bluetooth, LTE, dan Wi-Fi.
Pihak Alcatel mengatakan saat peluncurannya Vision didukung lebih dari 50 game yang bisa dinikmati pada platform tersebut.
Vision menawarkan sensasi VR yang ringkas dan tidak tergantung pada mesin PC atau smartphone. Tak hanya itu, VR ini diklaim memiliki fitur penyesuaian bagi pengguna dengan kondisi mata rabun jauh.
Belum jelas target pemasaran dari Vision
Terkait harga, Alcatel Vision lebih tinggi ketimbang produk di kelasnya. Satu unit Vision dibanderol Rp 7 juta sampai 8 jutaan. Namun harga ini masih versi prediksi, informasi rinci akan disampaikan menjelang perilisannya pada awal 2017 mendatang.