Belum lama ini GoPro akhirnya resmi merilis produk drone pertamanya bernama Karma. Berjenis quadcopter dengan empat lengan, Karma dirancang dengan bentuk minimalis atas alasan agar mudah dibawa kemana-mana.
Keempat lengan drone dapat dilipat ke depan sehingga tidak memakan banyak ruang ketika disimpan. GoPro juga menyediakan tas punggung untuk membawa drone, kontroler, gimbal, dan kamera.
Semua peralatan masuk dalam satu wadah
Berbeda dengan produsen drone pada umumnya, Karma dilengkapi opsi Grip, yakni sebuah handled-gimbal. Jadi, gimbal ini dapat dipasang pada drone maupun dibawa dengan tangan. Ini akan memudahkan untuk merekam video tanpa drone, khususnya pada momen-momen tertentu.
Gimbal ini dapat dipasang pada Grip dan Karma
Soal kamera, dengan bantuan gimbal 3-axis dijamin dapat merekam gambar dengan sangat mulus. Bersamaan dengan itu, GoPro merilis Hero 5 dan Hero 5 Session dengan improvisasi stabilizer gambar.
Seperti prediksi sebelumnya, Karma dibekali sistem follow me dimana drone mengikuti GPS pada smartphone.
Kontroler Karma dengan layar yang dapat dilipat bak laptop
Menariknya sistem FPV Karma memungkinkan fitur passenger app dimana pilot dapat berbagi video real-time kamera kepada orang lain. Sementara itu layar bawaan pada kontroler mencakup resolusi 1280x720 dengan lebar 5 inci.
Soal spesifikasi teknis, tampaknya GoPro tak ingin Karma ketinggalan dari drone yang telah punya nama besar seperti DJI dan Yuneec. Karma dapat terbang setinggi 4.500 meter dengan kecepatan 56 km per jam.
Soal harga, Karma dibanderol mulai $799 atau Rp 10,5 juta. Di luar itu, ada opsi bundle dengan Hero 5 seharga $1.099 atau Rp 14,5 juta dan Hero Session seharga $999 atau Rp 13,2 juta.
Rencananya drone dengan kekuatan baterai 5100mAh ini akan mulai dijual pada 23 Oktober mendatang. Namun belum ada informasi resmi kapan akan meluncur di Indonesia.