Yuneec dikenal sebagai produsen drone profesional untuk keperluan fotografi maupun videografi dari udara. Tetapi sekarang Yuneec mencoba ranah baru yang sedikit lebih ringan namun tetap menampilkan teknologi teranyar.
Perusahaan asal Tiongkok ini menawarkan Breeze, sebuah drone quadcopter yang ditujukan untuk selfie. Kamera terbang tersebut membawa bentuk ringkas196 x 196 x 65 milimeter.
Breeze mendukung sistem obstacle avoidance yang bisa mendeteksi penghalang dan menghindarinya. Tak hanya itu, drone ini juga memiliki sensor inframerah dan GP.
Sensor inframerah untuk mendeteksi ketinggian secara akurat
Fitur penerbangan otomatis seperti Pilot Mode, Orbit Mode, Journey Mode, Hold Position, Selfie Mode, dan Follow Me Mode juga tidak ketinggalan.
Sedangkan untuk kontroler, Breeze menggunakan smartphone maupun perangkat mobile lainnya dengan alasan agar semakin portable dan mudah digunakan.
Kamera yang ditawarkan tergolong high-end
Meski dibalut fisik yang ringkas, Yuneec tetap menawarkan kamera beresolusi 4K dengan sensor 13 MP baik foto maupun video. Kamera memiliki gimbal satu arah untuk mengatur sudut pandang, sementara stabilizer menggunakan algoritma software.
Kamera memungkinkan streaming video (FPV) ke smartphone dengan resolusi 720p. Dalam aplikasinya juga terdapat menu media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, dan lainnya untuk membagikan hasil foto atau video drone.
Yuneec Breeze sangat direkomendasikan bagi pecinta selfie
Drone seberat 385 gram ini punya tujuan utama untuk aktivitas selfie, tentunya dengan sudut pandang yang lebih tinggi. Maka dari itu ketinggiannya dibatasi hingga 80 meter.
Baterai yang digunakan berkapasitas 1150 mAh Li-Po, hanya perlu 30 sampai 40 menit untuk mengisinya hingga penuh dan memberikan durasi terbang hingga 12 menit.
Yunnec Breeze sudah tersedia minggu ini, harganya untuk satu unit $499 atau Rp 6,5 juta. Memang lebih mahal dari tongkat selfie, namun menjanjikan hasil foto yang lebih menakjubkan.