Membayangkan koloni di luar angkasa, sudah tentu kita akan memikirkan film-film fiksi bertema angkasa populer seperti Star Trek. Baru-baru ini jagat internet dikejutkan oleh konsep negara di luar angkasa, Asgardia. Dr.Igor Ashurbeyli yang memimpin proyek Asgardia sekaligus pemilik Aerospace International Research Center dan chairman UNESCO komite Science of Space telah membuka kesempatan bagi penduduk Bumi untuk mendaftar sebagai warga negara Asgardia.
Saat konferensi pers di Paris pada 12 Oktober lalu, jumlah pendaftar telah mencapai 84.000 orang. Kini sudah lebih dari 450.000 pendaftar dari berbagai negara. Asgardia sendiri telah merilis struktur pemerintahannya nanti.
Meski demikian, Asgardia belum resmi menjadi sebuah negara. Saat ini pihaknya baru meluncurkan situs resmi dimana terdapat informasi terkait lambang negara, bendera, lagu kebangsaan, dan lainnya.
Ashurbeyli menyatakan manusia yang ingin pindah ke Asgardia punya misi untuk mencapai perdamaian dunia dan melindungi bumi dari asteroid yang akan menghantamnya.
Negara yang rencananya mengorbit di zona LEO ini memastikan warganya bisa merasakan kesejahteraan serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan sains.
Sebagian orang skeptis soal proyek Asgardia, mengingat pembangunan ISS saja membutuhkan dana besar dari beberapa negara
Proyek ini mungkin terdengar omong kosong, namun juru bicara Timothy Wild menegaskan misi ini bukan omong kosong. Mereka tengah mengumpulkan syarat-syarat sebelum dapat diakui sebagai negara oleh PBB.
Rencananya satelit pertama Asgardia akan meluncur akhir 2017 mendatang. Ashurbeyli tidak memberikan detil terkait siapa saja pihak yang bekerjasama, namun ia mengatakan proyek ini 100 persen didanai.
Meskipun banyak orang meragukan proyek tersebut, namun tidak sedikit yang optimis bahwa Asgardia akan menjadi langkah besar umat manusia dalam mengarungi luar angkasa.