Seorang insinyur asal Jepang, Atsushi Shimizu berhasil menciptakan turbin bertenaga topan pertama di dunia. Turbin dengan tiga bilah lengan vertikal ini diklaim mampu menyediakan energi untuk Jepang selama 50 tahun.
Shimizu menyadari negaranya beberapa kali dilanda angin topan, bahkan tahun ini saja sudah terjadi enam kali topan di negeri berjuluk sakura tersebut.
Shimizu mengatakan Jepang memang lebih banyak mengandalkan pembangkit listrik tenaga angin ketimbang surya, namun pemanfaatannya kurang maksimal. Ia juga menyebut angin topan memiliki energi potensial yang sangat besar.
Menurut pendiri perusahaan Challenergy tersebut turbin angin yang diimpor dari Eropa kurang cocok untuk Jepang. Turbin-turbin itu mengalami kerusakan saat topan melanda.
Dibuat sedemikian rupa supaya tahan terhadap gempuran angin yang kencang
Hasil uji simulasi menunjukan efisiensi hingga 30 persen. Angka ini lebih rendah dibanding turbin konvensional. Namun perlu diingat turbin rancangan Shimizu tetap bisa beroperasi saat topan.
Tak hanya itu, potensi energi dari topan mencapai setengah dari kemampuan seluruh pembangkit listrik di seluruh dunia.
Tenaganya yang begitu besar menjadi tantangan tersendiri bagi Shimizu dan timnya. Mereka memerlukan penyimpanan yang cukup untuk menerima energi topan.
Terlepas dari itu turbin bertenaga topan ini telah memiliki versi prototipe dimana akan dipasang di Okinawa untuk diuji dengan topan sungguhan.